Kadis PMD: Manfaatkan Dana Desa untuk Gizi dan Program Kesehatan

0

Tenaga gizi dan kesehatan keluarga Puskesmas harus aktif berjuang dalam Musrenbang di tingkat nagari. Dengan data yang kongkrit, tenaga gizi harus mampu meyakinkan forum Musrenbang sehingga program kesehatan terakomodasi dalam APBNag (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari).

Pesan dan harapan itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar Drs. H. Syafrizal, MM., dalam Pertemuan Analisis dan Pemanfaatan Data Surveilans Gizi Angkatan I/2020, Rabu (11/3) di Hotel Pangeran Padang.

Menurut Syafrizal, bidang kesehatan sangat penting mendapat perhatian. Karena itu, bidang ini harus mendapat sokongan dana yang memadai dalam APBNag, terutama untuk program gizi dan kesehatan lingkungan. Namun karena semua penggunaan Dana Desa tidak boleh “naik di jalan” maka program kesehatan itu harus dimasukkan melalui Forum Musrembang.

Forum penguatan kapasitas tenaga gizi Puskesmas ini menjadi hangat, karena Drs. H. Syafrizal, MM mendengarkan curhat tenaga gizi dan kesehatan keluarga dalam bertugas di nagari. Sulitnya mengegolkan program untuk dibiayai Dana Desa kerena sebagian Wali Nagari masih cenderung menggunakan Dana Desa untuk proyek fisik.

Atas hasil curhat dan diskusi itu, Drs. H. Syafrizal, MM akan melaporkan kepada Gubernur Sumbar, kiranya dapat menyurati Bupati/Walikota penerima Dana Desa untuk memprioritaskan pembiayaan kesehatan di APBNag, seperti untuk bantuan makanan tambahan balita, pencegahan stunting, sarana Posyandu, sarana air bersih dan program apotik hidup.

Selain itu, Dinas PMD Sumbar juga akan mendorong empat kabupaten yang kasus stuntingnya tinggi untuk memperhatikan tenaga gizi. Jika perlu setiap nagari harus ada satu tenaga gizi yang dibiayai Dana Desa. “Kita sedang mengusulkan kepada Pak Gubernur untuk menyurati Bupati untuk tenaga gizi ini, sehingga secepatnya Sumbar menuju bebas stunting,” kata Syafrizal yang akrab dipanggil Pak Ucok ini.

Empat kabupaten yang kasus stuntingnya relatif tinggi yaitu Pasaman Barat, 50 Kota, Pasaman dan Kabupaten Solok. Di empat daerah ini ke depannya diharapkan ada tenaga gizi di setiap nagari.

Staf Dinas Kesehatan Sri Zilwardati, SKM. mengatakan, Pertemuan Analisis dan Pemanfaatan Data Surveilans Gizi ini akan dilakukan empat angkatan yang dibiayai Kementrian Kesehatan. Angkatan pertama ini berjumlah 104 orang yang merupakan tenaga gizi dan kesehatan keluarga dari Kota Sawahlunto, Kab. Pessel, Kab. Solok Selatan, Kab. Dharmasraya dan Kab. 50 Kota.

Kegiatan yang berlangsung 9-12 Maret angkatan I ini menghadirkan nara sumber dari Kemenkes, Dinas PMD, Poltekes dan ahli IT. Rencananya pertemuan ini sebanyak 4 angkatan. (gk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.