Manfaat Irradiator Gamma Sebagai Alat Pengawet Makanan dan Hasil Pertanian

0

Irradiator Gamma merupakan iradiator multifungsi berskala indsutri yang terletak di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong, Tangerang Selatan.

Secara umum, irradiasi ini didefenisikan sebagai paparan radiasi terhadap materi yang memiliki kemampuan untuk mengionisasi atom dan molekul penyusun materi, sehingga menyebabkan perubahan sifat fisika, kimia, dan biologis suatu materi. 

Kemampuan irradiasi ini bisa digunakan untuk menonaktifkan mikroorganisme (bakteri patogenik, bakteri non-patogenik, parasit, maupun virus) dengan cara merusak materi genetiknya. Hal ini bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme (digunakan dalam pengawetan) hingga bisa membunuh mikroorganisme (digunakan dalam sterilisasi). 

Wapres Minta Irradiator Gamma Dikembangkan Di Indonesia

Untuk meningkatkan produk makanan UKM dan hasil pertanian, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menginginkan supaya teknologi pengawetan makanan dikembangkan di berbagai daerah. Baik untuk makanan khas Surabaya, bandung, Jakarta, dan kota lainnya. Dalam hal ini, Mar’uf Amin memerintahkan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mendorong Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menambah alat Irradiator Gamma. 

Hal ini merupakan tindaklanjut setelah pertemuan Wapres Ma’ruf dengan BATAN beberapa waktu yang lalu yang menyampaikan mengenai manfaat teknologi Irradiator gamma.

“Pak Wapres meminta saya agar mendorong BATAN untuk menambah peralatan Irradiator Gamma ini di berbagai tempat di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang menghasilkan produk pertanian dan perikanan sehingga mereka bisa menjaga daya tahan dari produk mereka,” ujar Bambang kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (20/1).

Bambang juga mengatakan, bahwa saat ini alat Irradiator Gama baru ada satu di Indonesia yang berada di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Serpong. Sehingga dengan hanya memiliki satu buah, Bambang mengatakan, kebutuhan untuk pengawetan makanan dan hasil pertanian dengan menggunakan alat irradiator gama ini sangat terbatas.

Padahal keberadaan alat canggih ini sangat dibutuhkan oleh banyak produk makanan maupun hasil pertanian. Apalagi dengan menggunakan irradiator gamma ini tingkat keawetan pada produk menjadi lebih tahan lama dibandingkan dengan produk yang tidak disinari oleh alat ini.

“Melihat manfaatnya karena sekarang ini irradiator gamma itu begitu sibuk menangani berbagai macam kebutuhan dari produsen makanan maupun pertanian untuk supaya bahan-bahannya menjadi lebih tahan lama sehingga bisa diekspor maupun dijual ke berbagai tempat di Indonesia,” kat Bambang. 

Maka dari itu, Bambang meminta BATAN untuk menambah peralatan Irradiator Gama ini ke berbagai tempat di Indonesia. Terutama, daerah-daerah yang menghasilkan produk pertanian dan perikanan untuk menambah daya tahan produk-produk tersebut. 

“Saya mendorong mereka (BATAN) tidak harus bergantung kepada APBN, tetapi bisa bekerja sama langsung dengan Pemda atau dengan skema KPBU. Karena prosper bisnis dengan irradiator gama ini sangat bagus, itu inti pertemuan ini,” imbuh Bambang.

Bambang sendiri mengakui bahwa harga alat tersebut tidak murah. Walaupun begitu, ia menilai tidak ada masalah selama nilai manfaatnya jauh lebih besar. 

“Menurut saya semahal-mahalnya alat, kalau ada potensi yang jauh lebih besar dari harganya ya bisa kita adakan, makanya tadi saya katakan skema tidak harus nunggu APBN tapi bisa bekerjasama dengan Pemda atau KPBU kerjasama dengan pemerintah dan badan usaha,” ujarnya.

Kedepannya, Bambang melihat lokasi-lokasi yang sangat tepat untuk alat Irradiator Gamma ini adalah daerah-daerah yang dekat pelabuhan. Hal ini ia kemukakan dengan alasan, pelabuhan merupakan tempat lalu lintas produk-produk makanan, pertanian maupun perikanan yang akan diekspor maupun untuk dijual ke luar daerah lainnya di Indonesia. 

Leave A Reply

Your email address will not be published.