Mengenal Jenis Termometer Dan Hal Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Menggunakannya 

0

 

Termometer adalah alat kesehatan sederhana dengan fungsinya sangat besar. Termometer yang beredar di pasaran ada yang berbentuk digital namun ada juga yang masih menggunakan raksa sebagai pengukur suhu tubuh. Penggunaan termometer untuk mengukur suhu tubuh juga beragam, ada yang diletakkan di mulut, di dahi, di telinga, dan dicolokkan ke dubur. 

Ada beberapa jenis termometer yang bisa Anda gunakan untuk mengukur suhu tubuh. Berikut dibawah ini beberapa jenis termometer yang perlu diketahui, diantaranya yaitu :

  1. Termometer Digital

Termometer digital bentuknya seperti pensil dan terbuat dari bahan plastik. Biasanya jenis termometer ini menggunakan sensor panas elektronik untuk merekam suhu tubuh baik melalui mulut, ketiak, atau dubur. Termometer digital yang digunakan untuk mengukur suhu melalui dubur biasanya lebih elastis.

  1. Termometer Digital Telinga

Termometer digital telinga atau termometer timpani adalah termometer yang memanfaatkan sinar inframerah untuk mengukur suhu didalam liang telinga, lebih tepatnya digendang telinga atau membran timpani. 

Untuk menggunakan jenis termometer ini, Anda hanya perlu mengarahkan sensor inframerah tepat pada lubang telinga. Namun, pastikan telinga Anda dalam keadaan bersih. Pasalnya jika ada kotoran telinga yang menghalangi, maka hasil pengukuran suhu yang didapat menjadi tidak akurat. 

  1. Termometer Dot Digital

Bentuk termometer dot digital ini mirip dot atau empeng, sehingga cocok digunakan oleh anak anak yang masih menggunakan dot. Cara menggunakannya juga sangat mudah, si kecil hanya perlu mengisap termometer dot selama 3 menit untuk mendapatkan hasil suhu tubuh yang akurat. 

  1. Termometer Dahi

Termomter dahi atau disebut juga termometer infrared menggunakan sensor inframerah untuk mengukur suhu pada area dahi serta arteri temporal di pelipis. Meski bisa memberikan hasil yang cepat, namun jenis termometer ini belum bisa dikatakan memiliki tingkat akurasi yang setara dengan termometer digital biasa. Tidak hanya itu, termometer dahi juga harganya jauh lebih mahal dibandingkan jenis termometer lainnya. 

  1. Termometer Air Raksa

Jenis termometer ini mungkin termasuk jenis termometer yang paling sering ditemui. Termometer berbentuk tabung kaca ini berisi logam cair berwarna perak atau air raksa. Paparan panas dari suhu tubuh dapat meningkatkan tinggi air raksa dalam tabung hingga mencapai titik yang menandakan suhu tubuh. 

Meski berharga murah, namun jenis termometer air raksa ini tidak lagi dianjurkan untuk digunakan. Pasalnya, termometer ini mudah pecah, selain itu air raksa yang keluar dari tabung termometer juga mudah menguap dan terhirup. Hal tersebut beresiko menyebabkan keracunan. 

Supaya hasilnya akurat, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan termometer, yaitu :

  • Suhu tubuh normal yaitu 36,5 – 37OC
  • Termometer tidak digunakan dengan segera setelah selesai makan, minum cairan panas atau dingin, dan merokok. Tunggu sekitar 20 hingga 30 menit supaya hasil yang didapat lebih akurat.
  • Termometer juga jangan langsung digunakan untuk mengukur suhu tubuh setelah baru selesai berolahraga dan mandi air panas. Beri jeda waktu sekitar satu jam untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 
  • Jika menggunakan termometer mulut, letakkan termometer tepat dibawah lidah lalu katupkan bibir erat erat. 
  • Ketika mengukur suhu tubuh, diamkan termometer selama beberapa saat hingga terdengar bunyi alarm tanda pengukuran suhu selesai dilakukan atau hingga air raksanya berhenti pada satu titik suhu. 
  • Setiap sebelum dan selesai digunakan, jangan lupa mencuci termometer dengan air bersih juga sabun atau alkohol sebelum alat ukur suhu tersebut disimpan kembali.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.